Gejala Awal Serangan Stroke

Stroke adalah manifestasi dari rusaknya struktur jaringan otak sebagai akibat rusaknya pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak dengan berbagai sebab. Penyebabnya bisa berasal dari pembuluh darah di otak ataupun darah yang mengalir di dalamnya. Pengobatan stroke membutuhkan keterlibatan keluarga atau orang sekitar yang paham terhadap gejala stroke, baik gejala awal serangan stroke ringan maupun gejala stroke berat. Gejala stroke bergantung pada lokasi tersumbatnya atau pecahnya darah tersebut.

Saat stroke menyerang, gejala awal serangan stroke pertama-tama bagian sistem saraf pusat mengalami kelemahan otot (hemiplegia), kaku, dan menurunnya fungsi sensorik. Bagian batang otak, dimana terdapat 12 saraf cranical mengalami kerusakan yang menyebabkan menurunnya kemampuan membaui, mengecap, mendengar, melihat, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernapasan dan detak jantung terganggu, lidah lemaj, kesulitan berbicara, daya ingat menurun, dan kebingungan.

Jika tanda-tanda dan gejala awal serangan stroke tersebut hilang dalam waktu 24 jam, maka dinyatakan sebagai transient ischemic attack (TIA) yang merupakan serangan stroke ringan atau serangan awal stroke.

elderly_2131816b

Kemudian terdapat fase-fase akut bagi pasien selang beberapa hari setelah terserang stroke. Dalam pekan pertama, kemungkinan terserang stroke lagi sangat besar. Hal itu kemungkinan dengan meluasnya jaringan otak yang lumpuh, sehingga gejala stroke bertambah berat dalam lima hari pertama. Dalam lima hari sampai dengan tujuh hari, apabila gejala yang dialami pasien bertambah buruk, maka kondisi ini sering disebut sebagai “evolusi stroke” (stroke in evolution).

Bertambah buruknya gejala syroke pada pasien bisa dilihat misalnya dari mulut yang tadinya normal menjadi mencong, anggota gerak pada tubuh menjadi lemah, atau semakin sulit berbicara. Hal itulah yang mengharuskan adanya perhatian akan golden time. Jika pasien segera ditangani, hal ini tidak akan terjadi. Agar gejala stroke tidak berkembang menjadi bertambah buruk, maka sebisa mungkin emosi pasien harus dijaga. Selain itu, oksigenasi ke otak pun harus dijaga. Orang yang pernah terkena stroke, memiliki resiko terserang stroke lagi sebesar 50 persen. Mirisnya lagi, biasanya trauma cacatnya akan bertambah buruk. Sebab, bagian otak yang terkena pada serangan pertama belum sembuh. Jadi bisa dikatakan bahwa serangan kedua umunya lebih berat. Biasanya serangan pertama yang terjadi pada pasien itu lebih sebagai sinyalnya saja.


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Stroke dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Stroke and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>