Gejala Penyakit Stroke

Setiap tahun, tidak kurang dari 15 juta orang di seluruh dunia terserang sroke. Di Amerika Serikat sekitar lima juta orang pernah mengalami stroke. Sedangkan di Inggris jumlah penderita stroke tidak kurang dari 250.000 orang.

Di Indonesia, stroke menyerang sekitar 35,8% pasien usia lanjut dan 12,9%  atau 250.000 orang meninggal dunia, sisanya menderita cacat ringan maupun berat. Gaya hidup masyarakat indonesia yang tidak teratur menyebabkan jumlah penderita stroke terus meningkat mencapai angka 500.000 orang per tahun dengan tingkat kematian mencapai 25%. Jumlah penderita stroke sudah menyamai jumlah kasus jantung dan kanker sebagai penyebab kematian di Indonesia.

Kalau beberapa tahun yang lalu stroke masih dimonopoli oleh orang-orang yang berusia di atas 50 tahun, sekarang banyak orang muda usia produktif di bawah usia 40 tahun mengalami serangan stroke. Sayangnya, banyak orang yang baru sadar kalau dirinya terkena stroke justru ketika kondisinya telah parah dan telah berada di rumah sakit. Karena itu, jangan pernah meremehkan stroke, apalagi mengira penyakit ini bersifat degeneratif yang hanya menyerang orang yang berusia lanjut.

Kini, stroke juga menyerang anak-anak muda, bahkan anak berusia 4-9 tahun pun bisa terkena stroke. Pola makan berlemak tinggi dan gaya hidup yang buruk adalah penyebab utamanya.

Stroke atau Cerebrovascular Accident (CVA), adalah gangguan pasokan darah pada suatu bagian otak yang terjadi akibat adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Tanpa oksigen dan nutrisi penting yang dialirkan bersama dengan darah, sel otak akan mati dalam beberapa menit. Sel-sel yang ada di tubuh akan cepat mengalami regenerasi jika rusak, sedangkan sel otak akan mati secara permanen. Namun stroke adalah sebuah proses bukan sekali jadi. Prosesnya mungkin sudah dimulai beberapa tahun, bahkan bisa jadi sudah puluhan tahun seblum stroke menyerang .

Hal ini tergantung dari seberapa besar sumbatan pada pembuluh otak, kemudian apakah yang terserang tergolong vital atau bukan. Artinya, tidak semua proses stroke memunculkan gejalanya. Ada banyak faktor risiko yang menyebabkan terjadinya stroke, dimana faktor-faktor risiko tersebut dapat dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diintervensi atau dikendalikan, serta faktor yang dapat dikendalikan.

Hipertensi, diabetes, kolesterol bermasalah, alkohol, dan nikotin adalah faktor risiko  yang sebenarnya dapat dikendalikan. Sedangkan ras, jenis kelamin, serta usia merupakan faktor risiko yang tidak dapat diintervensi. Salah satu faktor risiko terbesar untuk stroke adalah hipertensi. Tapi bagi mereka yang memiliki tekanan darah normal, tidak tertutup kemungkinan dapat menderita stroke.

Faktor-faktor risiko lainnya, seperti merokok dan kegemukan, merupakan faktor risiko yang dapat dimodifiaksi. Faktor risiko ini dapat di ubah sehingga menurunkan risiko stroke. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Malmo University Hospital, Swedia. Penelitian ini dilakukan selama enam tahun untuk mengetahui faktor risiko stroke. Selam penelitian, sebanyak 466 orang mengalami stroke. Sebagian besar dari mereka memiliki tekanan darah tinggi dan 12% memiliki tekanan darah normal, yaitu kurang dari 140/90. Mereka yang memiliki tekanan darah normal memiliki faktor-faktor risiko lainnya, seperti usia yang lebih tua, kegemukan, penyakit jantung, dan tukak lambung.

 


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Stroke dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Stroke and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>